Menemukan Kembali Harta Karun yang Terpendam Sejak 2021
Sejak sekitar bulan April 2026, aku mulai mengaktifkan FB Pro. Niat awalnya sederhana: ingin menulis apa pun yang menurutku kelak perlu dibaca oleh anak cucu.
Kebiasaan yang boleh dibilang memang suka menulis itu akhirnya aku salurkan ke FB Pro. Senang rasanya ketika tulisan mendapat respons berupa komentar, like, apalagi kalau ada yang membagikan tulisanku.
Lama-lama aku mulai memperhatikan, kok ternyata views-nya lumayan banyak. Ada yang mencapai 1K lebih, bahkan ada yang sampai 11K, padahal followers-ku belum 2K.
Awalnya aku sempat bingung, bagaimana bisa terjadi?
Rupanya ada peran FB/Meta yang menyebarkan tulisan ke luar dari lingkaran followers.
Dari situ aku mulai melihat bahwa cerita-cerita yang terbaca lebih dari 1K mulai mempunyai karakter. Ada cerita tentang perjalanan hidup, orang-orang yang datang sebagai bagian dari keluarga, refleksi, dan banyak cerita kecil dari perjalanan hidupku.
Lalu sempat terlintas, “Ini perlu dibukukan.”
Supaya suatu hari nanti, cucu-cucuku yang sekarang belum bisa membaca pun bisa mengenal cerita-cerita Buti.
Kemarin, tiba-tiba aku teringat bahwa saat pandemi dulu rasanya aku pernah menulis di blog.
Bagaimana ya mencarinya?
Ah, dibantu ChatGPT.
Dan akhirnya ditemukanlah blogku itu.
Luar biasa.
Mengapa aku sampai lupa dengan blog yang kutulis tahun 2021?
Kemana saja aku selama itu?
Ditemukannya kembali blog ini rasanya seperti menemukan kembali harta karun yang tenggelam sejak 2021.
Tulisan di dalamnya ternyata baru enam post.
Tetapi ketika aku membaca kembali tulisan tentang Pak Bambang, si penyapu jalanan, ada rasa haru yang tiba-tiba muncul.
Haru karena ternyata dulu aku sempat menuangkan cerita tentang Pak Bambang.
Sekaligus terharu karena muncul pertanyaan:
Apakah Pak Bambang masih ada?
Sejak pindah dari Widya Chandra ke Lebak Bulus, otomatis aku kehilangan jejak Pak Bambang, si penyapu jalanan.
Dan sekarang, blog ini ingin aku hidupkan kembali.
Bukan untuk mengejar banyak pembaca.
Blog ini ingin kujadikan arsip atas tulisan-tulisanku di FB, yang kelak ingin aku pilih dan susun menjadi sebuah buku.
Alhamdulillah.
Semoga Allah memudahkan rencanaku membuat buku sebagai legacy untuk anak cucuku.
Usia terus berjalan.
Dan aku tidak tahu apa yang kelak bisa diwariskan kepada mereka.
Mungkin bukan harta.
Mungkin bukan sesuatu yang besar.
Tetapi cerita perjalanan hidupku, cerita tentang orang-orang yang pernah hadir, dan orang-orang yang menjadi bagian dari support system dalam perjalanan hidupku, rasanya perlu mereka ketahui.
Supaya suatu hari nanti, ketika mereka membaca cerita-cerita ini, mereka bisa mengenal Buti bukan hanya sebagai nenek mereka.
Tetapi sebagai seorang perempuan yang pernah menjalani begitu banyak perjalanan, bertemu begitu banyak orang, dan menyimpan begitu banyak cerita.
Maka, selamat datang kembali, blogku.
Setelah tenggelam sejak 2021, akhirnya kita bertemu lagi.

Comments
Post a Comment