Melihat tulisan tanganku, rasanya memang tidak salah jika tulisanku disebut seperti cakar ayam. Tapi memang betul tulisan tanganku tidak ada indahnya. Beruntung jaman sudah berubah karena tehnologi mengantarkan jemari tanganku menulis tidak menggunakan tulisan tangan. Tentu saja masih ada yang harus ditulis dengan tangan, tapi tak apalah kalau hanya menulis di amplop atau sekedar menulis diatas kertas kecil.
Sebenarnya ketika masih remaja hingga mahasiswa, ada kebiasaan menulis buku harian. Tentu dengan tulisan tangan. Kala itu rasanya aku masih bisa membaca tulisan tanganku itu dengan baik. Sayang kebiasaan menulis tangan di buku harian berhenti saat berumah tangga dan mulai punya anak. Sibuk mengurus anak dan beradaptasi hidup di Negeri Sakura awalnya tidak sempat menulis. Situasi berubah ketika aku diterima kerja di radio NHK seksi bahasa Indonesia.
Bekerja di NHK awalnya sebagai penyiar. Kemudian aku diberi 1 slot acara khusus untuk menceritakan kehidupanku sebagai orang Indonesia yang menjalani kehidupan dengan dua anak yang bersekolah di sekolah Jepang. Ini tantangan yang sekaligus menyadarkan aku bahwa kehidupan di Jepang memang harus ditulis. Slot acara itu oleh produser diberi nama: Jullie no nikki kara (Dari buku harian Jullie).
Jadi sebenarnya aku dulu cukup rajin menulis. Tapi kenapa sekarang tidak lagi menulis seaktif dulu? Perlu tantangan apa untuk bisa menulis lagi? Padahal aku kan pengen cerita tentang perjalanan hidupku bisa jadi cerita yang bisa dibaca oleh anak cucuku. Hemm...


Mantap, Bu. Salut! Setoran pertama. Terima kasih ya, Bu.
ReplyDeleteSemoga kelas Blogger yang sedang saya ikuti ini memberi semangat untuk aktif menulis lagi
Delete